Menteri Bahlil : Sulteng Menjadi Daerah Yang Paling Diminati Untuk Investasi PMA

  • Bagikan
Ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) Tahun 2022 yang diinisiasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (Foto : IST)

LOCUSNEWS, JAKARTA – Menteri Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (Investasi – BKPM) Bahlil Bahadalia menyebut Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini menjadi daerah yang paling diminati untuk dilkakukan investasi Penanaman Modal Asing (PMA).

“Untuk investasi saat ini Sulteng menjadi daerah yang paling diminati untuk PMA. Mata investasi tertuju ke Sulteng,” ujar Bahlil dikutip dari rilis Biro Administrasi Pimpinan.

“Dengan tingginya investasi menjadi nilai tambah untuk daerah sehingga harus dilakukan. Jangan daerah hanya menjadi penonton, juga ikut sebagai pelaku,” tambah Bahlil pada ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) Tahun 2022.

Ajang ALI diinisiasi Kementerian Investasi/BKPM
itu berlangsung di kantor Kementerian Investasi dan BKPM, Rabu, 12 Oktober 2022. Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura salah satu penerima penghargaan yang diserahkan langsung Wakil Presiden KH Maruf Amin.

Bahlil menyampaikan bahwa pada tahun 2022 target investasi Indonesia sebesar Rp 1.200 Triliun. Disi lain kata Bahlil bahwa perbandingan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan PMA tahun 2022 sudah seimbang. Untuk PMA mencapai 53 persen dan PMDN mencapai 47 persen.

“Dan untuk investasi PMA yang terbesar Singapura, selanjutnya China, Amerika dan Belanda,” urainya.

Bahlil menekankan, arahan Presiden RI Joko Widodo agar memastikan layanan dan kemudahan investasi terus berjalan baik. Tak hanya itu lanjut dia, peningkatan investasi harus terus dipacu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura menyampaikan rasa syukur atas penganugrahan layanan investasi, dimana Sulteng berhasil meraih terbaik II tingkat provinsi secara nasional.

“Ini merupakan kebanggaan buat daerah Sulteng,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa sekarang mata dunia tertuju ke Sulteng untuk berinvestasi bidang Sumberdaya Alam (SDA), harus melibatkan perusahaan daerah.

“Sehingga perusahaan daerah atau perusahaan lokal ikut mengelola SDA yang ada di Sulteng dan pemanfaatan tenaga kerja lokal. Masyarakat Sulteng harus menikmati investasi yang ada, juga harus dapat meningkatkan fiskal daerah,” pungkasnya.

Bagikan Berita :
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *