LOCUSNEWS, PARIMO – Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase mengaku belum mengetahui besaran anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam pembahasan APBD. Ia menyebut tidak mengikuti langsung rapat pembahasan yang memuat usulan Pokir tersebut.
“Saya belum tahu soal pokir, karena pembahasan kemarin saya tidak masuk. Jadi saya belum tahu sama sekali berapa besarannya,” ujar Erwin kepada wartawan usai pelantikan Kepala Sekolah, Selasa (2/1/2026).
Erwin mengatakan, dirinya telah meminta Wakil Bupati untuk mewakili dalam rapat pembahasan tersebut. Karena itu, informasi detail terkait Pokir DPRD masih akan ia konfirmasi kembali kepada pihak-pihak yang hadir.
“Nanti kita coba tanyakan yang hadir, kemarin saya minta Wakil Bupati mewakili. Jadi soal angka-angkanya saya belum tahu,” katanya.
Meski belum mengetahui besaran Pokir, Erwin menilai secara prinsip pengusulan Pokir oleh DPRD merupakan hal yang wajar selama sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“DPR itu wajar mengusulkan. Sama seperti kita turun ke masyarakat. Tapi harus sesuai kemampuan daerah dan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, setiap usulan Pokir harus bersumber dari hasil reses dan dimasukkan sesuai mekanisme yang berlaku melalui sistem e-Pokir. Menurutnya, data usulan harus jelas, mulai dari waktu reses hingga pihak pengusul.
“Resesnya kapan, tanggal berapa, yang mengusulkan siapa, dan yang bersangkutan harus hadir. Itu ada aturannya,” tegas Erwin.
Terkait berkembangnya polemik Pokir DPRD, Erwin kembali menegaskan dirinya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh sebelum mendapatkan laporan lengkap mengenai besaran dan rincian usulan tersebut.
“Saya belum tahu sama sekali. Nanti setelah saya dapat penjelasan, baru bisa ditanggapi lebih lanjut,” pungkasnya.
