Direktur LSM Format Blak-blakan Tolak Polri di Bawah Kementerian

LOCUSNEWS, PARIMO – Wacana pemisahan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari Presiden Republik Indonesia menuai penolakan keras. Direktur LSM Format Pusat Parigi Moutong, Isram Said Lolo, menilai gagasan tersebut berbahaya dan berpotensi mengganggu persatuan serta kesatuan bangsa.

Isram yang juga menjabat Ketua DPW Peknas Provinsi Sulawesi Tengah itu menegaskan, Polri merupakan alat negara yang tidak bisa dipisahkan dari negara itu sendiri. 

Menurutnya, menempatkan Polri di luar kendali Presiden sama saja dengan mencabut posisi strategis kepolisian dalam sistem ketatanegaraan.

“Memisahkan Polri dari Presiden sama artinya memisahkan Polri dari negara. Polri dan negara itu satu kesatuan, seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” kata Isram dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden justru menjadi jaminan independensi dan netralitas institusi kepolisian. Dengan demikian, Polri dapat menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa intervensi kepentingan politik.

Isram juga mewanti-wanti risiko besar jika Polri ditempatkan di bawah kementerian atau kementerian koordinator. Pasalnya, sebagian besar kementerian dipimpin oleh figur politik atau tokoh yang memiliki afiliasi partai.

“Saya tidak bisa membayangkan jika kepolisian berada di bawah Menko yang berlatar belakang partai politik. Ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” ujarnya.

Menurut Isram, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, profesionalisme dan netralitas Polri harus dijaga agar tidak terseret kepentingan politik praktis.

“Keamanan dan ketertiban adalah dasar pembangunan. Kalau Polri tidak netral, dampaknya bisa sangat luas,” tegasnya.

Ia pun menyatakan dukungan penuh agar Polri tetap berada di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia. Isram berharap institusi kepolisian terus menjaga marwah, profesionalisme, serta kepercayaan publik.

“Semoga Polri tetap jaya, bermartabat, dan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Abd. GafurEditor: Bambang
Exit mobile version