LOCUSNEWS, PARIMO – Bencana banjir yang merendam ratusan rumah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), terjadi saat kepala daerah justru tidak berada di tempat. Di tengah situasi darurat itu, Bupati dan Wakil Bupati Parimo diketahui sedang berada di luar daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo mencatat sebanyak 145 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (20/6) malam.
“Hujan lebat mengguyur sekitar pukul 23.00 Wita, mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai, dihubungi dari Palu, Minggu.
Rivai menjelaskan, sedikitnya tiga desa terdampak cukup parah. Di Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi, tercatat 25 KK atau sekitar 110 jiwa terdampak. Dari jumlah itu, 100 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah ibadah karena rumah mereka terendam air.
Sementara itu, di Desa Masari terdapat 70 KK terdampak, dengan 10 KK di antaranya mengungsi. Banjir juga menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan ringan, serta merendam sekitar 70 hektare sawah dan dua kebun warga.
Di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, sebanyak 50 KK terdampak, dengan sekitar 100 hektare lahan persawahan ikut terendam banjir.
“Untuk Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi, masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Khusus di Desa Pombalowo, kelompok rentan turut terdampak. Tercatat 14 bayi dan balita, 11 lansia, serta dua ibu hamil harus mengungsi. Sebagian warga kini mulai kembali ke rumah dan membersihkan sisa lumpur pascabanjir.
“Diperkirakan Minggu sore mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Rivai.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa perlengkapan tidur hingga kebutuhan bayi bagi para pengungsi.
Meski demikian, sorotan muncul lantaran bencana terjadi saat pimpinan daerah tidak berada di lokasi. Kondisi ini dinilai memperlihatkan lemahnya respons cepat di tingkat pengambil kebijakan saat warga membutuhkan kehadiran pemerintah.
Rivai menegaskan pentingnya mitigasi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng,” ujarnya.
Hingga Minggu siang, air dilaporkan sudah mulai surut. BPBD masih terus melakukan pendataan lanjutan serta penanganan dampak banjir, di tengah upaya pemulihan pascagempa magnitudo 6,7 yang sebelumnya mengguncang wilayah tersebut.
