Reses di Torue Diserbu Warga, Isu Tani hingga Infrastruktur Mengemuka

Reses Ketua DPRD Parimo, Alfres Masboy dan Anggota DPR RI Matindas J. Janus, berlangsung di Balai Banjar Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, dihadiri ratusan warga. (Foto ; Humas Setwan)

LOCUSNEWS, PARIMO – Reses Ketua DPRD Parigi Moutong (Parimo), Alfres Masboy Tonggiroh, di Kecamatan Torue jadi ajang “banjir” aspirasi warga. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI Matindas J. Janus, sehingga isu-isu lokal langsung dibawa ke level pusat.

Kegiatan berlangsung di Balai Banjar Desa Tanalanto dan dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga nelayan dan petani. Suasana dialog berlangsung hidup dengan beragam keluhan dan usulan yang disampaikan secara terbuka.

Sejumlah persoalan yang mencuat didominasi kebutuhan dasar masyarakat, seperti peningkatan sektor pertanian dan perikanan, perbaikan infrastruktur, hingga bantuan rumah ibadah dan fasilitas umum. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan organisasi masyarakat juga menjadi sorotan.

Alfres menegaskan seluruh aspirasi yang masuk akan dipilah sesuai kewenangan, baik di tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, langkah ini penting agar setiap usulan bisa ditangani secara tepat.

“Semua aspirasi sudah kami catat. Nanti kami identifikasi mana yang menjadi kewenangan daerah dan mana yang harus diperjuangkan ke pusat,” ujar Alfres.

Sementara itu, Matindas menilai kolaborasi antara DPRD dan DPR RI menjadi kunci percepatan pembangunan. Ia memastikan aspirasi yang membutuhkan dukungan anggaran pusat akan langsung dikawal di parlemen nasional.

“Kalau butuh dukungan pusat, langsung kami dorong di DPR RI. Ini supaya program yang dibutuhkan masyarakat bisa cepat terealisasi,” kata Matindas.

Reses bersama ini menjadi momentum penting karena mempertemukan jalur aspirasi dari daerah hingga pusat dalam satu forum. Warga pun berharap berbagai usulan yang disampaikan tak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program pembangunan nyata.

Exit mobile version