37 Gerai Koperasi Merah Putih di Parimo Berproses, 10 Siap Beroperasi

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parimo, Fit Dewana. (Foto : Istimewa)

LOCUSNEWS, PARIMO – Sebanyak 10 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, siap memulai kegiatan usaha. Koperasi tersebut akan memasarkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan, elpiji 3 kilogram, pupuk, hingga peralatan pertanian.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parimo, Fit Dewana, mengatakan 10 gerai itu merupakan bagian dari 20 gerai yang telah menyelesaikan pembangunan fisik.

“Dari 20 gerai yang telah selesai dibangun, 10 gerai menyatakan kesiapan memulai kegiatan usaha dalam waktu dekat,” kata Fit di Parigi, Senin (12/10/2026)

Sepuluh gerai yang siap beroperasi tersebut tersebar di Desa Olobaru, Suliindah, Tindaki, Pangi, Laemanta, Donggulu, Katulistiwa, Singura, Wanagading, dan Pandelalap.

Menurut Fit, kesiapan operasional itu juga ditunjang tahapan verifikasi dan validasi oleh pemerintah. Sejumlah koperasi bahkan telah memperoleh bantuan kendaraan operasional untuk menunjang mobilitas usaha.

Sementara itu, 10 gerai lainnya yang telah rampung dibangun masih menjalani proses verifikasi dan validasi sebelum dapat beroperasi. Gerai tersebut berada di Masari, Sumber Sari, Dolago, Siganti Barat, Silutung, Malalan, Sidoan, Tabolobolo, Tinombala Barat, dan Kota Nagaya.

“Bisnis koperasi yang dijalankan yakni memasarkan bahan pangan penting, menjual produk energi bersubsidi berupa elpiji tiga kilogram, termasuk pupuk dan peralatan pertanian, serta menyediakan layanan apotek,” ujarnya.

Tak hanya menjual kebutuhan masyarakat, KDKMP juga berpeluang menjadi jalur pemasaran hasil pertanian lokal dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Fit mengatakan koperasi dapat menyerap hasil produksi petani setempat untuk dipasarkan melalui gerai. Skema itu diharapkan memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

“ tentunya kehadiran KDKMP dapat memberikan dampak ekonomis kepada warga setempat karena ada proses penyerapan bahan pangan dari hasil produksi petani lokal, lalu tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat,” tuturnya.

Di Kabupaten Parimo, dari total 283 desa dan kelurahan, sebanyak 37 gerai KDKMP sedang berproses. Rinciannya, 20 gerai telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, sedangkan 17 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Pemkab Parimo menargetkan sekitar 150 KDKMP memulai proses pembangunan fisik pada 2026. Namun, target tersebut belum tercapai karena kendala kesiapan lahan.

Pemerintah daerah, lanjut Fit, memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan untuk memastikan kegiatan usaha koperasi berjalan sesuai tujuan program prioritas pemerintah pusat.

Dengan beroperasinya gerai-gerai tersebut, Pemkab Parimo berharap KDKMP tidak hanya menjadi tempat penjualan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu memperkuat rantai pemasaran produk lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa.

Penulis: BambangEditor: Bambang
Exit mobile version