Bunda PAUD Parimo Ingatkan Anak Jangan Dibebani Berlebihan: “Mereka Harus Belajar dengan Gembira”

Bunda PAUD, Hestiwati Nanga. (Foto : Diskominfo Parimo)

LOCUSNEWS, PARIMO – Ajang Kreativitas Anak dan Guru PAUD 2025 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berlangsung meriah, namun perhatian publik justru tersita pada pesan tegas Bunda PAUD, Hestiwati Nanga. 

Ia mengingatkan para orang tua dan pendidik agar tidak membebani anak usia dini dengan tuntutan berlebihan, termasuk memaksakan kemampuan membaca dan menulis sebelum waktunya.

“Anak-anak harus belajar dengan gembira. Jangan dipaksa calistung dini, itu bisa membebani mereka,” kata Hestiwati saat memberikan sambutan di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Sabtu (29/11/2025).

Hestiwati juga menyoroti masalah penggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak usia dini yang kerap memicu tantrum. “Kadang kita sudah bangun lingkungan yang nyaman, tapi begitu anak pegang HP dan jaringannya lambat atau game kalah, dia bisa marah. Kita harus bijak memberi akses gadget,” ujarnya.

Ia mendorong para orang tua untuk membentuk kebiasaan positif sejak dini, termasuk pola hidup sehat, beribadah, olahraga, makan bergizi, bersosialisasi, dan tidur cukup. Menurutnya, tujuh kebiasaan tersebut penting untuk mencetak generasi emas Parimo yang kuat dan percaya diri.

Acara Kreativitas PAUD Diramaikan 200 Peserta

Ajang Kreativitas Anak dan Guru PAUD 2025 digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parimo. Sekitar 200 peserta hadir, terdiri dari anak-anak PAUD, guru pendamping, kepala satuan PAUD, TP-PKK, orang tua, hingga dewan juri.

Gelaran ini menampilkan sejumlah kreativitas, mulai dari seni, cerita bergambar, gerak dan lagu, fashion show, hingga lomba ayah membacakan buku. Peserta dan guru berprestasi turut menerima penghargaan di acara puncak.

Bupati: Ajang Ini Bukan Sekadar Lomba

Sambutan Bupati Parimo H. Erwin Burase, dibacakan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sunarti. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata kompetisi, tetapi ruang ekspresi bagi anak usia dini.

“Pada masa emas, setiap stimulasi berdampak besar pada karakter dan kecerdasan anak. Memberikan ruang tampil dan berkarya adalah langkah membentuk generasi unggul Parimo,” kata Sunarti membacakan sambutan bupati.

Pemerintah daerah juga kembali menekankan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun mulai 2025 dan transisi PAUD ke SD tanpa tes calistung sebagai strategi peningkatan kualitas SDM sejak dini.

Apresiasi kepada Guru dan Orang Tua

Hestiwati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, panitia, guru PAUD, Bunda PAUD kecamatan dan desa, juri, serta para orang tua yang telah mendukung kegiatan ini.

Kepada anak-anak, ia berpesan: “Teruslah berkarya, belajar, dan menjadi inspirasi.”

Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parimo Tahun Anggaran 2025.

Penulis: Abd. GafurEditor: Bambang
Exit mobile version