DPRD Parigi Moutong Harap Putra Daerah Dapat Kesempatan Masuk Akpol dan Akmil

Husen Marjengi meyampaikan pendapat pada Rapat Paripurna istimewa. (Foto : LN/Bambang)

LOCUSNEWS, PARIMO – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Husen Marjengi, menyuarakan harapan agar putra-putri daerah yang lahir di daerah itu mendapat kesempatan lebih besar untuk mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Militer (Akmil).

Hal itu disampaikan Husen dalam rapat Paripurna Istimewa yang dihadiri unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah, belum lama ini.

Menurutnya, hingga saat ini jumlah putra daerah Parimo yang mampu menembus pendidikan kedinasan tersebut masih sangat minim.

“Kalau saya melihat, putra-putri Parimo  yang bisa masuk Akpol atau Akmil itu masih bisa dihitung dengan jari. Mungkin ada satu atau dua, tapi kalau dibandingkan dengan daerah lain, jumlahnya sangat sedikit,” kata Husen.

Husen menegaskan, Parimo tidak kekurangan sumber daya manusia. Banyak generasi muda yang dinilai memiliki kecerdasan, kemampuan berpikir, dan potensi yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

Ia berharap pesan tersebut dapat diteruskan kepada jajaran kepolisian, mulai dari Kapolres, Kapolda hingga Kapolri, agar memberikan ruang dan perhatian bagi putra daerah Parimo untuk berkiprah secara nasional melalui jalur pendidikan Akpol maupun Akmil.

Dalam kesempatan itu, Husen juga menyinggung aturan domisili dalam proses seleksi pendidikan kedinasan. Menurutnya, jika benar terdapat ketentuan minimal berdomisili dua tahun, maka anak-anak yang lahir di Parimo seharusnya mendapat kesempatan yang adil.

“Paling tidak dia adalah putra kelahiran Parimo. Kami rindu juga melihat putra daerah memiliki bintang di pundaknya,” ujarnya.

Selain soal regenerasi aparat negara, Husen turut menyoroti maraknya peredaran narkotika, khususnya sabu, di Parimo. Ia menyebut kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi merusak masa depan generasi muda.

Ia berharap aparat penegak hukum serius memberantas narkoba dan memastikan tidak ada oknum yang terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

Di akhir penyampaiannya, Husen menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan harmonisasi Forkopimda Parimo, terutama menjelang tahun 2026. Menurutnya, soliditas antar pimpinan daerah sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai potensi persoalan sosial di daerah.

“Kalau harmonisasi Forkopimda tidak terbangun dengan baik, saya kira daerah ini akan sulit mendapatkan masa depan yang bagus,” pungkasnya.

Penulis: BambangEditor: Bambang
Exit mobile version