LOCUSNEWS, PARIMO – Klaim ekspor durian ke China sebanyak 27 ton oleh PT Pondok Durian Sulawesi pada 27 Maret 2026 menuai sorotan. Pasalnya, pihak perusahaan mengakui hingga kini belum melakukan pengiriman dan masih dalam tahap pengurusan izin.
Manager PT Pondok Durian Sulawesi, Putu Edi Tangkas Wijaya, menegaskan bahwa perusahaan belum berstatus sebagai eksportir aktif. “Kami tegaskan, sampai hari ini belum ada ekspor. Semua masih dalam proses perizinan dan pemenuhan standar,” ujar Putu Edi.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan klaim sebelumnya yang menyebut perusahaan telah “lolos ekspor ke China”. Berdasarkan kondisi terkini, aktivitas ekspor tersebut belum terealisasi.
Ia menjelaskan, saat ini perusahaan masih fokus pada proses administrasi dan persiapan teknis, termasuk pemenuhan berbagai syarat untuk bisa menembus pasar ekspor.
Sorotan publik menguat lantaran perusahaan tersebut sebelumnya telah diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Momen peresmian itu sempat memunculkan anggapan bahwa perusahaan sudah siap melakukan ekspor.
Namun, Putu Edi menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan saat itu merupakan target jangka panjang, bukan kondisi operasional saat ini.
“Kami saat ini masih dalam tahap persiapan menuju ekspor. Semua perizinan kami tempuh sesuai prosedur,” jelasnya.
Adapun sejumlah tahapan yang tengah dijalankan meliputi pengurusan izin bangunan, penyiapan fasilitas packing house berstandar ekspor, hingga koordinasi dengan balai karantina.
Sementara itu, aktivitas yang berjalan saat ini masih sebatas melayani pembeli lokal sebagai bagian dari proses produksi.
Dalam praktiknya, ekspor komoditas, terutama ke pasar China, memerlukan sejumlah tahapan ketat. Mulai dari legalitas usaha, standarisasi fasilitas, persetujuan karantina, hingga realisasi pengiriman.
Tanpa pemenuhan seluruh syarat tersebut, klaim ekspor belum dapat dikategorikan sebagai aktivitas ekspor yang sah.
