LOCUSNEWS, PALU – DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh sekadar seremonial. Penyegaran kepemimpinan harus berdampak nyata pada percepatan program gizi di daerah.
Wakil Ketua DPRD Sulteng Ambo Dalle menilai selama ini tantangan utama program gizi bukan pada konsep, melainkan lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pergantian pimpinan di BGN harus jadi momentum memperkuat sinergi, bukan sekadar rotasi jabatan,” kata Ambo Dalle, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, tanpa koordinasi yang solid, berbagai program strategis di bidang gizi dan ketahanan pangan berpotensi tidak berjalan optimal di lapangan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran kunci sebagai pelaksana program. Karena itu, komunikasi lintas sektor harus diperkuat agar kebijakan pusat benar-benar tepat sasaran.
“Keberhasilan program gizi sangat bergantung pada kolaborasi. Kalau koordinasi lemah, target di pusat tidak akan tercapai maksimal di daerah,” ujarnya.
Ambo Dalle juga menyoroti pentingnya percepatan implementasi program, terutama dalam menjangkau wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan gizi.
Menurutnya, program gizi tidak bisa berjalan lambat karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia ke depan.
“Ini menyangkut generasi masa depan. Program gizi harus dipastikan berjalan cepat, merata, dan berdampak nyata,” tegasnya.
DPRD Sulteng, lanjut dia, mendukung langkah evaluasi dan penyegaran organisasi yang dilakukan pemerintah pusat. Namun, ia mengingatkan bahwa hasilnya harus terukur dan dirasakan masyarakat.
“Dengan kepemimpinan baru, harus ada lompatan kinerja. Koordinasi lintas sektor harus lebih kuat agar target kesejahteraan masyarakat bisa tercapai lebih cepat,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen untuk ikut mengawal program prioritas pemerintah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita kawal bersama agar program pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
