LOCUSNEWS, PALU – Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Mohammad Arus Abdul Karim, menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 agar berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Arus dalam Rapat Paripurna DPRD Sulteng dengan agenda penyampaian laporan realisasi semester I dan prognosis enam bulan berikutnya APBD 2026, di Ruang Sidang Utama DPRD Sulteng, Selasa (4/8/2026).
Menurut Arus, laporan realisasi APBD bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen penting bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan.
“Evaluasi realisasi APBD menjadi pijakan dalam menentukan langkah strategis pada semester kedua, agar program prioritas bisa diselesaikan optimal dan target pelayanan publik tercapai,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD memiliki tanggung jawab memastikan penggunaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, efisien, tepat sasaran, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Sulteng menyampaikan perkembangan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah hingga semester pertama 2026, sekaligus memaparkan prognosis pelaksanaan APBD untuk enam bulan ke depan.
Arus menilai hasil evaluasi itu penting untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di semester berikutnya.
Ia juga berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif terus diperkuat agar pengelolaan keuangan daerah semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tetapi juga komitmen bersama dalam mengelola setiap rupiah secara bertanggung jawab dan berpihak kepada rakyat,” katanya.
Rapat paripurna ini dihadiri Wakil Gubernur Sulteng, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.
