Reses di Kasimbar, DPRD Parimo Dibanjiri Keluhan Jalan Rusak hingga Abrasi

Wakil Ketua I DPRD Parimo, Sayutin Budianto, turun langsung menyerap aspirasi warga saat reses di Kecamatan Kasimbar. (Foto : Humas Setwan)

LOCUSNEWS, PARIMO – Wakil Ketua I DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto, turun langsung menyerap aspirasi warga saat reses di Kecamatan Kasimbar. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan mencuat, mulai dari jalan rusak, akses sekolah, hingga ancaman abrasi pantai.

Reses digelar di Desa Laemanta Utara, Selasa (4/8/2026), dan dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok perempuan dan pemuda.

Keluhan soal infrastruktur menjadi yang paling dominan. Kepala Desa Ogodopi meminta pengaspalan jalan desa sekitar 600 meter, sementara Desa Posona mengusulkan perbaikan jalan kantong produksi untuk memperlancar distribusi hasil panen.

Warga Laemanta Utara juga mendesak pengaspalan akses menuju SMK 1.

Tak hanya itu, masyarakat pesisir juga menyoroti kebutuhan perahu fiber untuk nelayan serta perbaikan tanggul penahan abrasi yang dinilai semakin mengancam permukiman.

Dari sisi pelayanan publik, Camat Kasimbar mengajukan pembenahan fasilitas kantor camat, mulai dari jalan lingkar, ruang pertemuan PKK, hingga pagar kantor. Sementara itu, rencana pembangunan lapangan sepak bola desa juga terkendala pembebasan lahan.

Kebutuhan dasar seperti air bersih turut disuarakan warga. Mereka meminta bantuan jaringan pipa air serta perbaikan jalan lorong di kawasan pesisir. Di sektor pendidikan, warga mengusulkan perbaikan pagar sekolah demi keselamatan siswa.

Tak ketinggalan, sektor ekonomi juga menjadi perhatian. Petani mengusulkan bantuan bibit durian untuk meningkatkan pendapatan, sementara persoalan tenaga kerja pemerintah seperti PPPK juga disorot agar mendapat dukungan anggaran.

Menanggapi beragam aspirasi itu, Sayutin meminta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah yang terbatas. Ia menyebut anggaran Parimo tahun 2027 diperkirakan sekitar Rp 1,2 triliun dan harus dibagi untuk 23 kecamatan, 278 desa, dan 5 kelurahan.

“Anggaran yang ada harus difokuskan pada sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan UMKM,” kata Sayutin.

Di akhir kegiatan, Sayutin juga menyerahkan bantuan dana tunai kepada TP-PKK Desa Laemanta sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan perempuan di tingkat desa.

Exit mobile version