LOCUSNEWS, PARIMO – Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase berharap pelaksanaan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mampu melahirkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kapabilitas dan loyalitas tinggi.
Hal itu disampaikan Erwin saat membuka Uji Potensi, Kompetensi Manajerial, dan Sosial Kultural seleksi terbuka JPT Pratama di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Sabtu (16/5/2026).
Erwin menegaskan, kepala OPD ke depan tidak boleh hanya tahu menghabiskan anggaran, khususnya untuk perjalanan dinas tanpa hasil yang jelas.
Dalam kesempatan itu, Erwin juga menyelipkan intermezo dengan mengulang percakapannya bersama Wakapolda Sulawesi Tengah dalam forum Forkopimda.
“Pak Bupati jangan pilih kepala-kepala dinas yang hanya bikin habis doi saja cuma tahu bajalan,” ungkapnya.
Erwin menambahkan, kepala OPD harus mampu menghadirkan inovasi dan gagasan yang selaras dengan program pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya kemampuan OPD dalam meyakinkan pemerintah pusat agar anggaran bisa masuk ke daerah.
“Program presiden itu besar, semua sektor ada. Tinggal bagaimana kita bisa meyakinkan pemerintah pusat agar anggaran tersebut bisa datang ke daerah,” jelasnya.
Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, Erwin meminta para calon pejabat mampu bekerja secara efektif dan efisien. Ia juga menyampaikan akan melakukan pendalaman langsung terhadap peserta yang masuk tiga besar hasil seleksi.
“Nanti di tiga besar saya akan uji langsung. Saya ingin melihat sejauh mana kemampuan bapak-ibu dalam menjabarkan dan melaksanakan visi daerah dengan anggaran yang terbatas,” katanya.
Erwin menambahkan, visi pembangunan daerah yakni Parimo maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui gerakan membangun desa harus menjadi fokus utama setiap OPD.
Menurutnya, setiap perangkat daerah harus memiliki program yang bersentuhan langsung dengan peningkatan ekonomi masyarakat, terutama dari desa.
“Inovasi itu penting, dengan anggaran minimal tapi program tetap berjalan maksimal, memanfaatkan potensi sumber daya alam, SDM, hingga kerja sama dengan daerah lain dan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia berharap hasil asesmen tersebut mampu melahirkan pejabat yang mendukung percepatan pembangunan daerah. Terkait adanya peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, Erwin mempersilakan untuk mengajukan sanggahan.
“Kalau ada yang merasa tidak memenuhi syarat, silakan disanggah. Semua persyaratan diatur oleh tim seleksi sesuai ketentuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Diketahui pelaksanaan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi diikuti 76 peserta terdiri dari 70 pejabat Parimo dan 6 dari provinsi Sulteng. Nanti akan mengisi 19 kota jabatan.
