Hestiwati Ikut Rebutan JPT di Daerah yang Dipimpin Suaminya

Suasana pembukaan Uji Potensi, Kompetensi Manajerial, dan Sosial Kultural seleksi terbuka JPT Pratama di Auditorium Kantor Bupati setempat, Sabtu 16/5/2026. (Foto : Fikri)

LOCUSNEWS, PARIMO – Nama Hestiwati menjadi sorotan dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) 2026. Pasalnya, ia merupakan istri dari Bupati Parimo, Erwin Burase, yang juga memiliki peran dalam tahapan akhir seleksi.

Hestiwati tercatat ikut bersaing memperebutkan dua jabatan strategis sekaligus, yakni Staf Ahli Bidang SDM dan Kepala Dinas Kesehatan.

Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Nomor 08/Pansel/Selter-JPTP/PM/2026 tentang hasil seleksi administrasi dan rekam jejak, Hestiwati berada di posisi keempat untuk formasi Staf Ahli Bidang SDM. Sementara pada formasi Kepala Dinas Kesehatan, ia menempati urutan ketiga.

Saat ini, Hestiwati diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah.

Yang menarik, saat menyampaikan sambuatan Bupati Parimo Erwin Burase secara terbuka menyatakan keniginannya untuk melakukan uji langsung terhadap peserta yang masuk tiga besar.

“Tadi saya bertanya apakah ada ruang kepala daerah menguji langsung. Jadi, pak Prof Slamet Riyadi bilang bisa. Saya minta 3 besar. 3 besar saya akan mewawancarai langsung,” kata Erwin saat membuka asesmen, Sabtu (16/5/2026).

Meski demikian, Erwin menegaskan telah meminta tim seleksi bekerja secara objektif dan profesional.

“Saya meminta tim seleksi untuk menilai secara objektif sesuai prinsip asesmen, karena ini untuk menguji kemampuan dan kompetensi ASN,” ujarnya.

Seleksi JPT Pratama ini diikuti 76 ASN yang memperebutkan 19 jabatan kosong. Sebanyak 6 peserta berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan 70 lainnya dari internal Pemkab Parimo.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Parimo yang juga Ketua Panitia Seleksi, Zulfinasran, memastikan seluruh tahapan seleksi bebas dari praktik kecurangan, termasuk pungutan liar.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak dipungut biaya. Jika ada oknum yang meminta uang, segera laporkan,” tegasnya.

Tim seleksi terbuka JPT Pratama ini diisi oleh figur lintas instansi, mulai dari Sekda Parimo Zulfinasran, Inspektur Daerah Provinsi Fahrudin, Kepala BKPSDM Provinsi Sitti Asma Ul Husnasyah, hingga akademisi Universitas Tadulako, Slamet Riadi dan Aminuddin.

Exit mobile version