LOCUSNEWS, PALU – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah (Sulteng), isu soal netralitas panitia mulai mencuat.
Ketua Steering Committee (SC) Musprov, Zulfakar Nasir, disebut-sebut tidak bersikap independen dalam proses jelang pemilihan ketua periode 2026–2031.
Informasi yang beredar di internal organisasi menyebutkan adanya dugaan komunikasi intens antara Zulfakar dengan sejumlah pemilik suara di tingkat kabupaten.
Dalam komunikasi itu, muncul tawaran fasilitas dan akomodasi yang disebut-sebut ditanggung oleh salah satu bakal calon ketua.
Tak hanya itu, dugaan keberpihakan juga diperkuat dengan beredarnya rekaman suara yang diduga melibatkan Zulfakar.
Dalam rekaman tersebut, ia disebut mengarahkan para peserta untuk menginap di salah satu hotel di Kota Palu yang dikaitkan dengan kubu kandidat tertentu.
Situasi ini memunculkan pertanyaan soal independensi panitia pengarah. Sejumlah pihak menilai SC seharusnya menjaga posisi netral sebagai pengawal jalannya Musprov.
“Panitia itu harus berdiri di semua pihak. Kalau sudah terkesan berpihak, tentu publik akan mempertanyakan integritas prosesnya,” ujar salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi hal itu, Zulfakar Nasir membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan komunikasi dengan peserta merupakan bagian dari tugasnya sebagai panitia pengarah.
“Sebagai SC, wajar saya berkomunikasi dengan peserta untuk memastikan kesiapan kegiatan, termasuk akomodasi,” ujar Zulfikar saat dikonfirmasi Sabtu (16/5/2026).
Zulfakar juga menilai tudingan yang berkembang tidak berdasar. Ia bahkan menyayangkan munculnya informasi yang dinilainya tidak berimbang.
Menurutnya, prinsip keberimbangan atau cover both sides seharusnya dikedepankan sebelum sebuah informasi dipublikasikan ke ruang publik.
Musprov VIII KADIN Sulteng sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19-20 Mei 2026 di Hotel Grand Syah, Kota Palu. Forum ini akan menentukan nahkoda baru KADIN Sulteng untuk lima tahun ke depan.
