Tambang Ilegal Tombi Tak Terbendung, Warga: Hukum Seolah Tak Berlaku

Foto asli aktivitas Peti Tombi yang di ilustrasikan ke AI.

LOCUSNEWS, PARIMO – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (Peti) di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), semakin liar. Meski berapa kali ditertibkan, alat berat justru terus berdatangan ke lokasi tambang.

Sumber yang dihimpun menyebut, dalam beberapa hari terakhir jumlah ekskavator di area tambang ilegal terus bertambah tanpa hambatan berarti.

“Hari Jumat sore (26/6) ada dua alat berat yang masuk lagi, selain yang sudah beroperasi sebelumnya,” ujar sumber tersebut, baru-baru ini.

Fakta ini memicu dugaan kuat bahwa aktivitas tambang ilegal tersebut tidak tersentuh secara serius. Penertiban yang dilakukan pun disorot warga sebagai langkah yang tidak efektif.

“Mereka seperti tidak ada takutnya. Kalau ada penertiban, alat berat disembunyikan, setelah itu beroperasi lagi. Ini seperti sandiwara,” tegasnya.

Ia menduga adanya bekingan kuat yang membuat para pelaku tambang ilegal leluasa beroperasi. Situasi ini disebut membuat hukum seolah tak berlaku di lokasi tersebut.

Di sisi lain, mayoritas warga Desa Tombi disebut menolak keberadaan tambang ilegal tersebut. Namun, mereka merasa tidak berdaya menghadapi para pemodal.

“Sebagian besar warga sebenarnya menolak, tapi kami seperti tidak berdaya,” ungkapnya.

Menurutnya, para pemodal menjalankan berbagai cara untuk menguasai lahan, termasuk membeli tanah warga. Setelah itu, kawasan tersebut dijadikan lokasi tambang tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.

“Pemodal ini pintar. Mereka beli tanah warga, lalu seenaknya merusak hutan. Material galian dibuang ke sungai. Bahkan ada pungutan setiap alat berat yang masuk,” katanya.

Aktivitas tersebut dikhawatirkan akan memperparah kerusakan lingkungan dan memicu bencana seperti banjir dan longsor. Warga pun mendesak aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah segera bertindak tegas.

“Jangan tunggu desa kami kena bencana dulu baru turun tangan,” pungkasnya.

Informasi yang beredar menyebut, aktivitas Peti di Desa Tombi diduga melibatkan pemodal besar. Salah satu yang disebut-sebut berinisial ID, warga asal Sulawesi Selatan yang merupakan mantan anggota DPRD Sidrap dan kini berdomisili di wilayah Ampibabo.

Exit mobile version