LOCUSNEWS, PARIMO – Pemkab Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memperpanjang status tanggap darurat banjir bandang di Kecamatan Parigi Utara dan Kasimbar. Status diperpanjang karena sejumlah penanganan pascabencana masih belum tuntas.
Plt Kepala BPBD Parimo Moh Rivai mengatakan perpanjangan dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis pemerintah daerah. Penanganan masih difokuskan pada pemulihan infrastruktur yang terdampak banjir.
“Melalui pertimbangan teknis pemerintah daerah melakukan perpanjangan status tanggap darurat di dua wilayah terdampak banjir di Kecamatan Parigi Utara dan Kasimbar,” kata Rivai di Parigi, Jumat (11/9/2026).
Untuk Kecamatan Kasimbar, status tanggap darurat yang berakhir pada 11 September diperpanjang hingga 25 September 2026. Sementara di Kecamatan Parigi Utara, status yang sebelumnya berakhir 8 September diperpanjang hingga 22 September 2026.
Rivai menyebut sejumlah pekerjaan masih membutuhkan penanganan, mulai dari pemasangan dan perbaikan jaringan air bersih, pemasangan geobag di bantaran sungai hingga normalisasi sungai.
“ Kegiatan percepatan pemulihan bencana kami kerjakan secara kolaborasi bersama masyarakat setempat,” ujarnya.
Di Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar, BPBD memasang geobag sepanjang sekitar 500 meter di bantaran sungai. Pemasangan pipa jaringan air bersih juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan bagi warga.
Namun, jaringan air bersih di desa tersebut belum sepenuhnya berfungsi. BPBD masih menyuplai kebutuhan air warga menggunakan mobil tangki sambil menunggu rehabilitasi intake di bagian hulu sungai.
“Saat ini di Desa Laemanta kami membantu menyuplai air bersih untuk warga menggunakan mobil tangki. Di desa itu jaringan air bersih belum berfungsi karena masih pekerjaan rehabilitasi intake di bagian hulu sungai akibat dampak banjir,” jelasnya.
Desa Laemanta menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah banjir pada 28 Agustus lalu. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang.
Penanganan serupa dilakukan di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara. BPBD bersama masyarakat masih memperbaiki jaringan air bersih yang terdampak banjir.
Meski demikian, Rivai mengatakan kondisi penanganan darurat mulai berangsur pulih. Posko induk dan dapur umum telah dihentikan setelah seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kembali ke rumah masing-masing.
“Posko induk dan dapur umum telah selesai karena warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.
