LOCUSNEWS, PARIMO – Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase menegaskan bahwa penempatan kepala sekolah di wilayah terpencil merupakan bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan, bukan bentuk hukuman ataupun sanksi jabatan.
Hal itu disampaikan Erwin saat melantik 125 kepala sekolah PAUD, SD, dan SMP di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Jumat (2/1/2026). Ia menilai, pemerataan tenaga pendidik menjadi tantangan serius jika semua kepala sekolah hanya ingin bertugas di wilayah perkotaan atau akses jalan yang baik.
“Kalau semua mau dekat rumah dan di jalan yang bagus, lalu siapa yang mengisi sekolah-sekolah di daerah terpencil,” kata Erwin.
Menurut Erwin, rotasi dan mutasi kepala sekolah merupakan mekanisme manajemen talenta yang bertujuan memastikan pelayanan pendidikan berjalan optimal di seluruh wilayah Parimo. Ia menyebut jabatan kepala sekolah tidak bersifat permanen dan harus dievaluasi secara berkala.
“Jabatan itu sementara. Dievaluasi berdasarkan kinerja, bukan suka atau tidak suka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian kinerja kepala sekolah tidak hanya datang dari atasan, tetapi juga dari masyarakat sebagai penerima langsung layanan pendidikan. Jika ditemukan kinerja yang dinilai tidak optimal, maka pergantian jabatan menjadi hal yang wajar.
“Kalau masyarakat menilai kinerjanya tidak baik, itu menjadi bahan pertimbangan,” tegasnya.
Erwin juga menyoroti masih adanya kepala sekolah yang menjabat terlalu lama di satu lokasi, bahkan mencapai 7 hingga 10 tahun. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu disegarkan agar organisasi tetap sehat dan dinamis.
Lebih jauh, Erwin menyebut penugasan di daerah terpencil justru memiliki nilai pengabdian yang tinggi sebagai aparatur negara. Ia menegaskan pemerintah daerah ke depan akan memberikan perhatian khusus bagi kepala sekolah yang bersedia ditempatkan di wilayah tersebut.
“Kami rencanakan peningkatan insentif, rumah jabatan, hingga kendaraan dinas. Harapannya, ke depan kepala sekolah justru berebut ke daerah terpencil,” tutup Erwin.
