LOCUSNEWS, PARIMO – Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan (PHL) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, bersama Balai Penegakan Hukum (Gakkum) akan turun menertibkan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan.
Langkah penertiban itu dilakukan setelah Satgas PHL Parimo menerima aduan mengenai aktivitas PETI di wilayah tersebut. Titik tambang yang dilaporkan disebut berada di kawasan hutan produksi terbatas (HPT).
Sekretaris Satgas PHL Parimo, Mohammad Idrus, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi aktivitas tambang di lapangan.
“Tambang ilegal di Sipayo ini kalau pengalaman penertiban kemarin, titiknya masuk HPT,” kata Idrus di Parigi, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, tim gabungan akan mengecek status kawasan, titik koordinat tambang, hingga jarak aktivitas pertambangan dengan kawasan hutan lindung (HL).
Satgas PHL Parimo akan melibatkan Balai Gakkum dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dalam pengecekan sekaligus penertiban tersebut.
“Sidak dengan tim, dengan Balai Gakkum dan Dinas Kehutanan Provinsi,” ujarnya.
Idrus menyebut langkah tersebut penting mengingat aktivitas PETI di Sipayo kini disebut semakin mendekati kawasan hutan lindung.
Kondisi lokasi tambang pada awal 2024 hingga 2025 masih cukup jauh dari kawasan HL. Namun saat ini, dikabarkan aktivitas pertambangan terus bergerak mendekati kawasan tersebut.
“Awal 2024-2025 itu masih jauh dari kawasan HL-nya. Sekarang tidak jauh lagi dari HL,” ungkapnya.
Karena itu, tim gabungan akan memastikan langsung kondisi di lapangan, termasuk batas kawasan hutan dan posisi titik-titik aktivitas PETI.
Hasil pengecekan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang yang ditemukan melanggar ketentuan.
Satgas PHL Parimo menegaskan penanganan PETI tidak hanya dilakukan melalui operasi sesaat. Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan, terutama terhadap aktivitas tambang yang berada di kawasan HPT dan berpotensi meluas hingga mendekati kawasan HL
Sebelumnya, berdasarkan informasi sumber media ini menyebut dua unit alat berat jenis excavator mulai dikerahkan ke lokasi tambang. Alat berat tersebut disebut berada di bawah kendali pemodal berinisial A.
“Info bahwa kemarin (Jumat, 13 Agustus) ada dua unit alat berat yang naik ke lokasi tambang di wilayah Sipayo/Malanggo,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
