Ketua APRI Parigi Moutong Kecam Tindakan Anarkis Terhadap Penghulu di Morut

  • Bagikan
Ketua APRI Parimo, Isram Said Lolo. (Foto : IST)

LOCUSNEWS, PARIMO – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengecam dugaan tindakan anarkis yang dilakukan oknum pensiuanan Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Morowali Utara (Morut), Bahri.

“APRI Kabupaten Parimo mengecam tindakan pemukulan yang dilakukan pada saudara Bahri selaku Penghulu,” ujar Ketua APRI Parimo, Isram Said Lolo, melalui keterangan tertulisanya, Jum’at (10/3/2023).

Atas peristiwa itu, Isram meminta aparat kepolisian Polres Morut bertindak tegas jika memang terjadi peristiwa pidana. Bahkan, ia ingatkan polisi terbuka dalam menangani kasus yang dialami eks PLT ketua GP Ansor Morut itu.

“Kami minta pihak kepolisian Polres Morut menyampaikan rilis terbuka terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pemukulan atau penganiayaan dimaksud,” tekannya.

Direktur LSM Format itu menekankan, jika perkara penganiayaan tersebut tidak diproses secara hukum, maka APRI Kabupaten Parimo akan mengusulkan pemboikotan pernikahan yang dilakukan di rumah calon pengantin, karena pertimbangan kemanan bagi penghulu.

“Demi pertimbangan keamanan kepada para Penghulu APRI Kabupaten Parimo akan mengusulkan pemboikotan pernikahan yang dilakukan di rumah-rumah pribadi calon pengantin,” ungkapnya.

Menurut Isram, tindakan pemukulan terhadap Bahri selaku penyuluh bukan persolan pribadi. Sebab, ia sedang menjalankan tugas negara.

“Persoalan ini jangan dianggap sepeleh. Ini bukan persoalan pribadi, tapi menyangkut marwah dan martabat penghulu seluruh Indonesia yang dicederai. Pekerjaan Penghulu adalah pekerjaan mulia yang kami kerjakan atas dasar keikhlasan dan tanggungjawab terhadap tuhan yang maha kuasa,” pungkasnya.

Diketahui, dilansir dari Metrosulteng.com
tindakan kekerasan tersebut bermula ketika korban bernama Bahri saat hendak menikahkan keluarga pelaku pensiunan ASN Morut pada hari Senin, (30/1/2023).

Menurut Ketua LBH Asor Sulteng, Fadlan sebelumnya korban (Bahri) ini telah mengkonfirmasi keterlambatan untuk menikahkan keluarga pelaku.

Hal itu, kata Fadlan lantaran korban (Bahri) akan menikahkan seorang warga di kantor KUA Bungku Utara. Atas dasar itulah kedua belah pihak pun bersepakat. 

Namun kata Fadlan, ketika sesampainya korban dilokasi malah dipukuli oleh oknum pensiunan ASN tersebut. 

“Hanya terlambat setengah jam, eh di pukul si korban (Bahri) ini, tapi tetap lanjut menikahkan,” ujar Fadlan.

Bagikan Berita :
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *