LOCUSNEWS, PARIMO – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menargetkan perputaran ekonomi hingga Rp3 triliun dari sektor durian pada 2026. Target itu seiring meningkatnya ekspor komoditas tersebut ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
Ketua KADIN Parimo, Faradiba Zaenong, mengatakan saat ini daerah tidak lagi sekadar berbicara potensi, tetapi sudah menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Hari ini kita tidak lagi bicara potensi, kita bicara hasil. Parimo sudah menembus pasar ekspor durian dunia,” ujarnya dalam forum koordinasi Bappeda Sulawesi Tengah (Sulteng) di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, sektor durian kini menjadi motor penggerak ekonomi baru di tingkat desa. Tercatat, Sulawesi Tengah telah mengekspor sekitar 40.000 ton durian, didukung ribuan hektare kebun dan ratusan ribu pohon produktif.
“Durian hari ini bukan lagi buah, tapi sudah jadi instrumen ekonomi yang menggerakkan desa,” katanya.
Faradiba menjelaskan, perputaran uang dari sektor ini tidak hanya dinikmati pelaku usaha, tetapi langsung dirasakan petani dan tenaga kerja lokal.
“Uang ini mengalir ke masyarakat. Inilah ekonomi yang benar-benar hidup di desa,” tambahnya.
Meski demikian, KADIN menyoroti belum optimalnya kontribusi sektor tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu dinilai akibat belum adanya regulasi yang mengatur tata niaga secara menyeluruh.
“Bukan karena tidak ada potensi, tapi karena regulasi belum hadir untuk mengikat dan mengarahkan,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah segera memperkuat ekosistem industri, mulai dari penyusunan regulasi, penguatan infrastruktur logistik, hingga penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Selain itu, Faradiba menyebut capaian sektor durian merupakan bagian dari implementasi Program 9 BERANI. Di sektor hulu, program tersebut berjalan melalui pengembangan kebun dan pendampingan petani, sementara di hilir diperkuat lewat hilirisasi dan akses pasar global.
“Hulu sudah bergerak, hilir sudah jalan, pasar sudah terbuka,” tegasnya.
KADIN Parimo juga membuka peluang kerja sama bagi daerah lain di Sulteng untuk mendorong investasi berbasis potensi lokal.
“Kalau ingin investasi masuk, kami siap menjadi jembatan antara potensi daerah dan investor,” katanya.
Faradiba optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, Parimo dapat bertransformasi menjadi daerah produksi dan ekspor yang kuat.
“Bukan hanya durian yang kita panen, tapi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.













