12 Warga Binaan Lapas Parigi Positif Narkoba, 7 HP Disita saat Razia Gabungan

Suasanan razia gabungan di Lapas Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong berlangsung pada Sabtu malam 23 Mei 2026. (Foto : Humas Polres Parimo)

LOCUSNEWS, PARIMO – Razia gabungan di Lapas Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkap fakta mencengangkan. Sebanyak 12 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dinyatakan positif narkoba dari hasil tes urine yang dilakukan petugas, Sabtu (23/5/2026) malam.

Razia ini melibatkan tim dari Kanwil Ditjenpas Sulteng, Polsek Parigi, dan petugas lapas. Selain temuan pengguna narkoba, petugas juga menyita sejumlah barang terlarang, termasuk 7 unit handphone yang diduga digunakan secara ilegal di dalam lapas.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.45 WITA, diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Ditjenpas Sulteng, Maulana Luthfiyanto. Petugas kemudian dibagi menjadi dua tim untuk menyisir seluruh blok hunian.

Pemeriksaan dilakukan ketat, mulai dari badan warga binaan hingga isi kamar. Dari total 63 WBP yang menjalani tes urine, 12 orang positif narkoba, sementara 51 lainnya negatif.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan berbagai barang berbahaya seperti powerbank, charger, alat isap vape, senjata tajam rakitan, hingga benda logam dan kaca yang berpotensi mengganggu keamanan lapas.

Kasi Humas Polres Parimo IPTU Arbit mengatakan, keterlibatan polisi dalam razia ini merupakan bagian dari komitmen memberantas peredaran narkoba di dalam lapas.

“Ini bentuk sinergi untuk memastikan lapas bersih dari narkoba dan penggunaan alat komunikasi ilegal,” kata Arbit.

Ia menegaskan, temuan ini akan ditindaklanjuti untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan narkoba di dalam lapas. “Sidak seperti ini akan terus dilakukan secara rutin untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang terlarang,” ujarnya.

Saat ini, Lapas Kelas III Parigi dihuni 374 orang, terdiri dari 253 narapidana dan 121 tahanan. Razia yang berlangsung hingga pukul 22.40 WITA itu berjalan aman dan kondusif.