Sekolah Rakyat Sigi Kekurangan Guru, Longki Djanggola Siap Koordinasi dengan Pemda

Longki Djanggola saat melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Sigi, Sabtu 22/8/2026. (Foto : Istimewa)

LOCUSNEWS, SIGI – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Longki Djanggola, menyoroti kekurangan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu disampaikan Longki saat melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Sigi, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian, salah satunya tenaga guru untuk beberapa mata pelajaran.

Sekolah Rakyat Sigi saat ini masih kekurangan guru Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam, dan Seni Budaya.

Longki mengatakan persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar segera mendapatkan solusi.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng,” kata Longki.

Menurutnya, keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan gedung dan jumlah peserta didik. Ketersediaan tenaga pendidik juga menjadi faktor penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

“Program Asta Cita Bapak Presiden harus betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai fasilitas sudah tersedia, tetapi kemudian masih kekurangan guru,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Longki juga meninjau aktivitas belajar siswa yang saat ini masih berlangsung sementara di UPT milik Kementerian Sosial.

Para siswa nantinya akan menempati sekolah permanen yang sedang dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

Longki mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran.

“Ini merupakan tugas dan kewajiban kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus sebagai kader Gerindra. Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” jelasnya.

Dia berharap program Sekolah Rakyat dapat membantu menekan angka anak putus sekolah akibat persoalan ekonomi.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” pungkas Longki.

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, mengatakan sekolah permanen tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 2.000 siswa.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA,” kata Azizah.

Menurut Azizah, proses rekrutmen peserta didik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA saat ini masih berjalan.

Dia berharap pembangunan sekolah permanen segera rampung sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan fasilitas yang lebih memadai.

Azizah menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan.