Longsor Tambang Emas Tewaskan Penambang Lokal di Buranga Parigi Moutong 

Foto Ilustrasi

LOCUSNEWS, PARIMO – Aktivitas tambang emas tanpa izin kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Seorang penambang lokal tewas tertimbun longsor di lokasi galian tambang emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Rabu (12/2/2026) malam.

Korban diketahui bernama Aco (31), petani setempat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.15 WITA saat korban bersama seorang rekannya mengambil material di dinding tebing galian lubang tambang.

Menurut keterangan di lokasi, longsor tiba-tiba terjadi dari bagian atas tebing galian dan menimbun keduanya. Rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Aco tertimbun material tanah.

Sekitar lima menit setelah kejadian, para penambang melakukan pencarian dengan menggali material longsor menggunakan alat berat. Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.30 WITA. Jenazah kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Desa Buranga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, lubang tambang yang longsor dikelola oleh seorang pendana bernama Dona. Sebelumnya, pengawas lubang disebut telah melarang aktivitas pengambilan material dari dalam galian karena dinilai berisiko tinggi. Namun korban tetap melakukan penambangan tradisional menggunakan dulang.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko fatal aktivitas tambang ilegal yang beroperasi tanpa standar keselamatan memadai, sekaligus menambah daftar kecelakaan kerja di kawasan tambang rakyat Parimo.

Kasi Humas Polres Parimo, IPTU Arbit, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan situasi di lokasi telah diamankan. Namun, proses pemeriksaan lanjutan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Untuk saat ini lokasi sudah diamankan. Pemeriksaan praktis belum memungkinkan karena keluarga masih berduka. Upaya selanjutnya akan dilakukan setelah situasi memungkinkan,” ujar Arbit, saat dihubungi viat telpon, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, jumlah korban masih dalam pendataan. Sementara ini tercatat satu orang meninggal dunia, sedangkan kemungkinan korban lain masih menunggu hasil verifikasi petugas di lapangan.

“Kami pastikan dulu jumlah korban. Sementara satu orang meninggal. Untuk kemungkinan korban lain, masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendataan dari rekan-rekan di lapangan,” katanya.