Jalan Rusak Beberapa Titik Di Jalur II Parigi, OPD Seolah “Tutup Mata”

  • Bagikan
Jalan yang rusak di Jalur II depan hotel Oktaria, Masigi. (Foto : Istimewa)

LOCUSNEWS, SULTENG – Anggota DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Feri Budiutomo menyayangkan sikap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seolah “tutup mata” melihat kerusakan jalan di sejumlah titik disepanjang jalur II Parigi.

Dalam pantauannya, sejumlah titik ruas jalan di jalur II Ibukota Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengalami rusak berat. Salah satu kondisi terparah ditemukan pada aspal jalur II depan hotel Oktaria, Kelurahan Masigi.

Kondisi aspal tidak hanya retak, tapi berlubang dengan kedalaman lubang ada yang mencapai sekitar 10 sentimeter.

Banyak warga yang sudah mengeluhkan kerusakan aspal jalur II. Hanya saja warga tidak tau mau mengadu ke mana. 

Feri Budiutomo mengatakan, kepala OPD terkait bisa terjerat hukum atau menjadi tersangka akibat kerusakan jalan di daerah.

Sebab, dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan bisa berujung pidana kalau dilakukan pengusutan berdasarkan laporan pihak korban 

“ Sebenarnya, terkait jalan rusak ini, saya sudah menyampaikan melalui paripurna beberapa waktu lalu, tapi untuk saat ini saya belum tau sampai dimana respon eksekutif,” kata Feri yang ditemui di ruang kerjanya, Senin 30 Agustus 2021.

Ia menyarankan, kalau tidak bisa memperbaiki ruas jalan yang rusak, setidaknya pasangi spanduk kecil sebagai tanda bahwa di sekitar ada jalan rusak.

“ Setidaknya ada tulisan yang mengimbau pengguna jalan untuk berhati hati apabila memasuki kawasan atau titik ruas jalan rusak. Biaya cetak spanduk itu sangat murah lho, kira-kira biaya buatnya hanya sekitar 25 ribu rupiah,” ungkapnya

Feri mengungkapkan, bagi pengguna jalan yang sudah sering melintas mungkin tidak bahaya, tapi bagi pengguna jalan yang baru pertama melewati jalan itu, tidak menutup kemungkinan akan terjebak lubang. 

Katanya, tak hanya di depan oktaria lubang pada ujung jembatan jalur II Olaya itu bisa menjatuhkan pengendara sepeda motor, dan bagi kendaraan roda empat bisa rusak akibat benturan.

Bahkan, satu titik terparah lagi adalah jembatan besar jalur II yang terletak di wilayah Bambalemo. Jembatan tersebut ambruk akibat gempa bumi pada 28 September 2018, namun sampai sekarang belum diperbaiki.

“ Terkait jembatan di Bambalemo itu harus diperjelas tanda atau rambu-rambu jalannya. Jangan nanti terjadi kecelakaan baru mengambil tindakan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah wajib memikirkan keselematan para pengguna jalan di Kabupaten Parigi Moutong,

” Paling tidak jalur II kebanggaan Kabupaten Parigi Moutong itu minimal bisa memberikan yang terbaik kepada pengguna jalan,” tutupnya.

 Reporter : Bambang

Bagikan Berita :
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *