LOCUSNEWS, PARIMO – Ketidakhadiran Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase dalam rapat paripurna DPRD menuai sindiran. Anggota DPRD Parimo, Husen Marjengi, menyinggung bupati yang hanya diwakili dalam sidang penting pembentukan panitia khusus (Pansus), Senin (26/1/2026).
Sindiran itu dilontarkan Husen saat menyampaikan penghormatan kepada pejabat yang hadir sebelum memulai pandangannya dalam paripurna pembentukan Pansus pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Belanja Daerah Tahun 2025 Triwulan III oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Yang saya hormati pimpinan DPRD, Bupati Parimo yang diwakili. Hanya diwakili terus (Bupati),” ujar Husen di hadapan peserta sidang.
Usai melontarkan sindiran, Husen menegaskan pentingnya keseriusan organisasi perangkat daerah (OPD) mendukung kerja Pansus. Ia meminta seluruh dokumen, termasuk LHP dan dokumen pendukung, segera diserahkan kepada anggota Pansus.
“LHP hari ini sudah harus ada di tangan teman-teman anggota Pansus. Termasuk dokumen pendukung,” katanya.
Husen menilai LHP BPK memuat banyak rekomendasi yang menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan lembaga pengawas. Ia mengingatkan agar temuan tersebut tidak dianggap sepele.
“Jangan dianggap remeh. Di dalam LHP ini banyak rekomendasi yang menjadi warning tentang berbagai persoalan yang dijalankan pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga meminta pimpinan dan anggota Pansus bersikap tegas bila OPD tidak kooperatif dalam memfasilitasi kerja Pansus.
“Kalau OPD tidak serius, pimpinan dan anggota Pansus harus merekomendasikan sikap atas ketidakseriusan itu,” ujar Husen.
Dalam paripurna tersebut, Bupati Erwin Burase diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Parimo, Lewis. Berdasarkan rundown acara di salah satu grup WhatsApp Bupati Parimo, Erwin Burase pada waktu bersamaan menghadiri pelantikan pengurus Dunia Melayu Islam di Hotel Best Western Coco, Palu.












