Example 970x250

Disdikbud Parimo Susun Buku “Daur Hidup Masyarakat”, Rekam Tradisi 4 Suku Lokal

Kantor Disdikbud Parimo. (Foto : LN/Bambang)

LOCUSNEWS, PARIMO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus menggenjot upaya pelestarian budaya lokal lewat penulisan buku bertajuk “Daur Hidup Masyarakat”. Buku ini merangkum adat istiadat empat suku besar di daerah tersebut, dari kelahiran hingga kematian.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo, Ninong Pandake, mengatakan proyek tersebut sudah berjalan selama tiga tahun dan kini memasuki tahap akhir untuk suku keempat.

“Penulisan ini mendokumentasikan kebiasaan masyarakat sejak lahir sampai wafat. Harapannya, tradisi ini tetap terjaga dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” kata Ninong, Rabu.

Ia menjelaskan, penyusunan buku dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan fokus pada satu suku. Tahun pertama mengangkat Suku Kaili, disusul Suku Tajio di tahun kedua, Suku Lauje pada tahun ketiga, dan saat ini tengah dirampungkan untuk Suku Tialo.

Dalam prosesnya, Disdikbud melibatkan tokoh adat dan narasumber lokal yang memahami tradisi masing-masing suku. Untuk penulisan Suku Tialo, salah satu tokoh yang dilibatkan adalah Ardi Salama.

Meski masih dalam bentuk draf terbatas sekitar 20 eksemplar, Disdikbud berencana menggelar bedah buku setelah seluruh penulisan rampung.

“Nanti setelah semua selesai, empat buku ini akan dibedah bersama untuk penyempurnaan sebelum dicetak lebih banyak dan didistribusikan, termasuk ke perpustakaan,” jelasnya.

Program ini diharapkan menjadi upaya konkret menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi sumber referensi bagi peneliti dan generasi muda.

Penulis: Abd. GafurEditor: Bambang