LOCUSNEWS, PALU – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta APBD 2027 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Anggaran daerah dinilai perlu lebih diarahkan untuk membangun kualitas manusia dan memperkuat ketahanan keluarga.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng Wiwik Jumatul Rofi’ah menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna DPRD Sulteng dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2027, Rabu (7/10/2026).
“APBD harus membangun manusia dan keluarga. Pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak serta ketahanan keluarga harus menjadi bagian integral dari pembangunan Sulteng,” kata Wiwik.
Menurut Wiwik, sektor pendidikan, kesehatan, serta perlindungan perempuan dan anak harus mendapat perhatian dalam kebijakan anggaran. Program yang dibiayai APBD juga harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Fraksi PKS mendorong penerapan anggaran berbasis kinerja. Setiap program harus memiliki target, indikator dan hasil yang terukur sehingga manfaatnya dapat dievaluasi secara jelas.
Di sisi lain, PKS meminta Pemprov Sulteng memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, peningkatan PAD harus dilakukan secara sehat dan adil tanpa memberikan beban berlebihan kepada masyarakat.
“Penguatan kapasitas fiskal daerah diperlukan agar pemerintah memiliki ruang yang lebih besar dalam membiayai program pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” ujarnya.
Pada sektor ekonomi, Fraksi PKS meminta APBD 2027 diarahkan untuk memperluas kesempatan usaha dan menciptakan lapangan kerja. Kebijakan anggaran juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
PKS menilai pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya terlihat dari angka. Pertumbuhan tersebut harus diikuti peningkatan kesejahteraan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, Fraksi PKS meminta arah kebijakan APBD 2027 menyeimbangkan pembangunan fisik dengan investasi pada kualitas manusia, penguatan keluarga, pelayanan dasar, serta penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat Sulteng.














