LOCUSNEWS, PALU – Rombongan Komisi III DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) memilih jalur laut saat melakukan perjalanan dinas ke Kalimantan Timur (Kaltim). Langkah ini disebut sebagai upaya efisiensi anggaran di tengah pengetatan belanja.
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Hj Arnila H Moh Ali, berangkat menggunakan KM Dharma Kencana V dari Pelabuhan Donggala menuju Balikpapan, Rabu (6/5/2026). Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat ke Samarinda.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi komparasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penggunaan jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil tambang dan perkebunan.
Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Dandi Adhi Prabowo, mengatakan Kalimantan Timur dipilih karena sudah memiliki regulasi terkait hal tersebut.
“Perda di Kaltim sudah berjalan. Kami ingin melihat langsung penerapannya agar bisa jadi referensi dalam penyusunan Raperda di Sulteng,” ujar Dandi.
Setibanya di Balikpapan, rombongan melanjutkan perjalanan darat sekitar satu jam menuju Samarinda sebelum diterima DPRD Kaltim, Kamis (7/5).
Selain Dandi, rombongan juga diikuti Musliman, Alfiani E Sallata, Takwin, H Suardi, Royke W Kallo, dan Marten Tibe.
Dandi menyebut, pemilihan jalur laut bukan tanpa alasan. Selain dinilai lebih hemat biaya perjalanan dinas, pihaknya juga ingin melihat langsung kondisi transportasi laut di kawasan timur Indonesia.
“Kami ingin melihat konektivitas jalur laut, aktivitas pelabuhan, serta kondisi masyarakat pengguna transportasi laut,” katanya.
Langkah tersebut pun menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai penggunaan kapal laut patut diapresiasi karena menunjukkan upaya penghematan anggaran.
Namun, ada juga yang menilai perjalanan itu sarat simbolik dan berpotensi menjadi pencitraan di tengah sorotan publik terhadap perjalanan dinas wakil rakyat.
Meski menuai pro dan kontra, langkah Komisi III DPRD Sulteng ini dinilai menghadirkan warna baru dalam pola perjalanan dinas legislatif yang biasanya menggunakan pesawat.













