Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, 15 Rumah Warga Rusak

Kerusakan rumah warga akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Parimo, Selasa 16 Juni 2026. (Foto : BPBD)

LOCUSNEWS, PARIMO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 11.27 WITA. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 15 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, gempa berpusat di koordinat 1.04 LS dan 120.23 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parimo, Rivai, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal.

“Kami sudah turunkan tim untuk melakukan asesmen cepat di lokasi terdampak. Data sementara ada 15 rumah warga yang mengalami kerusakan,” kata Rivai.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan, Desa Tolai dan Desa Torue di Kecamatan Torue, serta Desa Sausu Trans di Kecamatan Sausu.

Di Desa Boyantongo, tercatat empat rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di Dusun 3, 4, dan 6. Sementara di Desa Tolai, satu rumah warga di Dusun 5 turut terdampak.

Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Torue dengan total sembilan rumah terdampak di beberapa dusun. Selain itu, satu rumah warga di Desa Sausu Trans juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Meski menyebabkan kerusakan bangunan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rivai menyebut, warga saat ini masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan.

“Warga masih berada di luar rumah, kami juga mengimbau tetap waspada karena gempa susulan masih terjadi,” ujarnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat desa, Babinsa, dan masyarakat setempat telah melakukan koordinasi serta kaji cepat di lokasi terdampak.

BPBD Parimo juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga, di antaranya logistik penanggulangan bencana serta terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak.

“Kebutuhan mendesak saat ini logistik dan terpal untuk penanganan darurat,” pungkas Rivai.

Hingga laporan dirilis pada pukul 17.00 WITA, gempa susulan masih dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.