Banjir Terjang Torue, Sawah Siap Panen Rusak, Wabup Parimo Turun Tangan

Wakil Bupati Parimo, H. Abdul Sahid, turun langsung ke lokasi banjir untuk meninjau kondisi warga sekaligus memetakan langkah penanganan. (Foto : Diskominfo)

LOCUSNEWS, PARIMO – Banjir yang melanda Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menyisakan dampak serius, terutama bagi sektor pertanian. Sejumlah sawah yang hampir memasuki masa panen rusak akibat terjangan air dan material lumpur.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/6) malam memicu luapan air hingga menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik. Kondisi ini langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Parimo.

Wakil Bupati Parimo, H. Abdul Sahid, turun langsung ke lokasi pada Rabu (1/7/2026) untuk meninjau kondisi warga sekaligus memetakan langkah penanganan.

“Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman paling besar justru dirasakan sektor pertanian. Sawah yang tidak lama lagi dipanen justru terkena banjir, banyak yang rusak,” ujar Sahid di lokasi.

Salah satu titik terdampak terparah berada di Desa Purwosari. Sekitar 50 meter persegi area persawahan dilaporkan rusak total setelah tertimbun material tanah dan lumpur. Padahal, tanaman padi di lokasi tersebut sudah mulai berbuah dan tinggal menunggu waktu panen.

Selain itu, Wabup juga meninjau sejumlah titik rawan lainnya. Di Desa Tolai, khususnya Dusun 8, kerusakan parah terjadi pada saluran drainase. Sahid bahkan meminta kesediaan warga untuk mengikhlaskan sebagian lahannya guna perbaikan saluran air demi kepentingan bersama.

Sementara di Desa Tolai Barat, abrasi akibat luapan air sempat merendam rumah warga. Di Desa Tolai Timur, penyempitan drainase menjadi pemicu utama banjir, sehingga pemerintah berencana segera melakukan pelebaran saluran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan pemukiman relatif aman, dampak ekonomi bagi petani dinilai cukup besar. Sawah yang siap panen kini rusak akibat genangan dan endapan lumpur.

Pemerintah daerah pun memastikan langkah penanganan darurat segera dilakukan. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa, perbaikan tanggul menjadi prioritas utama.

“Kami sudah sepakat, insya Allah besok tanggul yang jebol akan segera ditangani dengan bronjong. Ini penting agar dampak banjir tidak meluas,” tegasnya.

Di akhir kunjungannya, Sahid mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama menjaga kebersihan saluran air guna mencegah banjir serupa terulang.

“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan. Saluran air harus dibersihkan bersama. Kalau aliran air lancar dan tidak tersumbat, insya Allah banjir seperti ini bisa kita hindari,” pungkasnya.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Anggota DPRD Parimo Yolanda Mambu, jajaran OPD teknis, Camat Torue, serta para kepala desa setempat.

Penulis: Abd. GafurEditor: Bambang