LOCUSNEWS, PARIMO – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Darlin, berjanji membenahi layanan kesehatan. Salah satu yang disorot adalah praktik lama yang masih membebani pasien, mulai dari biaya ambulans hingga dana talangan.
Darlin menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi Puskesmas yang meminta uang kepada masyarakat, terutama untuk layanan rujukan.
“Tidak boleh lagi ada permintaan dana ke pasien, termasuk untuk ambulans. Anggarannya sudah disiapkan,” tegas Darlin, Kamis (9/4/2026).
Kata dia, pembenahan ini dilakukan menyeluruh, mencakup manajemen Dinkes hingga 24 Puskesmas. Ia ingin memastikan pelayanan benar-benar mudah diakses tanpa beban biaya tambahan.
Selama ini, lanjut dia, layanan kesehatan di Parimo kerap jadi sorotan. Sejumlah keluhan muncul, mulai dari layanan rawat inap dan rawat jalan hingga proses rujukan yang dinilai masih menyulitkan.
Tak hanya itu, Darlin juga membenahi sistem klaim BPJS. Ia memastikan proses pengembalian dana pasien dipercepat.
“Sekarang maksimal dua minggu dana sudah ditransfer ke Puskesmas, asal berkas lengkap,” ujarnya.
Untuk memperkuat sistem rujukan, Dinkes tengah mengkaji penggunaan anggaran sekitar Rp700 juta pada 2026. Dana itu nantinya akan digunakan mendukung operasional rujukan pasien melalui mekanisme klaim ke Puskesmas.
Langkah ini juga selaras dengan program “Sehat Bersama” yang menargetkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Parimo.
Darlin menegaskan, seluruh kebijakan tersebut akan disusun sesuai aturan dengan melibatkan bagian hukum dan keuangan daerah.
“Intinya, kita ingin layanan kesehatan di Parimo ini benar-benar dirasakan masyarakat tanpa beban,” pungkasnya.













