LOCUSNEWS, MAMUJU – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyoroti sejumlah isu strategis dalam kegiatan koordinasi dan komunikasi (korkom) antar daerah di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (23/4/2026).
Dalam sesi diskusi, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap penyaluran bantuan berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menurutnya, pengawasan yang ketat diperlukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang berhak.
“Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga ketepatan sasaran dan pengawasan di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi dan pemutakhiran data secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), guna memastikan akurasi data kemiskinan.
Selain itu, Wiwik menilai pergeseran kebijakan dari bantuan sosial ke pemberdayaan masyarakat merupakan langkah tepat, namun perlu didukung program yang terukur dan berkelanjutan agar mampu mendorong kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sulteng, I Nyoman Slamet, menyoroti sektor pendidikan, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana yang masih membutuhkan perhatian serius.
Ia mendorong penguatan inovasi pembelajaran, termasuk pembelajaran jarak jauh serta program bagi anak putus sekolah.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan penyelenggaraan festival budaya tingkat Sulawesi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda dalam memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi DPRD Sulteng untuk bertukar gagasan dan memperkuat peran pengawasan terhadap kebijakan pembangunan, khususnya dalam penanganan kemiskinan, stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.













