LOCUSNEWS, PARIMO – Jembatan darurat di jalur Trans Sulawesi, Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sudah bisa dilalui kendaraan pada Sabtu (29/8/2026).
Jembatan darurat tersebut dibangun Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah setelah jembatan di lokasi itu amblas diterjang banjir.
Pantauan di lokasi, satu unit ekskavator dikerahkan untuk mempercepat penanganan. Setelah akses jembatan darurat dibuka, kendaraan roda empat yang sebelumnya tertahan mulai dapat kembali melintas.
Sebelumnya, jalur Trans Sulawesi di wilayah tersebut lumpuh sejak Jumat (28/8) malam. Antrean kendaraan mengular dari arah utara maupun selatan karena akses utama penghubung antarprovinsi itu tidak dapat dilalui.
Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menginap di jalur Trans Sulawesi karena tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo Moh Rivai mengatakan penanganan di lokasi tidak hanya dilakukan pada jembatan. Petugas juga masih membersihkan material longsor di sejumlah titik yang menutup badan jalan.
“Jalur itu satu-satunya jalur utama penghubung antarprovinsi, sehingga kendaraan melintas terpaksa terhenti,” kata Rivai.
Banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Kasimbar sejak Jumat pagi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Luapan sungai masuk ke permukiman warga.
Material batu, kayu, dan sedimentasi terbawa aliran dari lereng gunung. Longsoran dinding gunung kemudian menutup badan jalan di sejumlah titik.
“Ada enam titik longsor, sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Titik longsor cukup parah berada perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta,” ujarnya.
BPBD Parimo mencatat 188 kepala keluarga terdampak banjir. Rinciannya, 34 KK di Desa Laemanta, 81 KK di Desa Laemanta Utara, dan 73 KK di Desa Labuan Donggulu.













