LOCUSNEWS, PARIMO – Kebakaran lahan perkebunan seluas sekitar 5 hektare di Dusun I Desa Gangga, Kecamatan Parigi Selatan, Sabtu (7/2/2026) malam, kembali menyoroti lemahnya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parigi Moutong (Parimo).
Api yang mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WITA baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WITA setelah aparat kepolisian dan warga berjibaku dengan peralatan seadanya. Tidak adanya sarana pemadam yang memadai di lokasi membuat penanganan berlangsung lama.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang mengatakan personel turun langsung ke lokasi usai menerima laporan warga. Saat tiba, api sudah membesar dan cepat menyebar karena material kering di kawasan padang bambu.
“Personel bersama warga memadamkan api menggunakan tangki air gendong, ember, dan peralatan seadanya. Kondisi cuaca panas mempercepat penyebaran api,” kata Noldy.
Kebakaran menghanguskan lahan milik almarhum Mengkuru Pakou seluas sekitar 3 hektare dan lahan milik Lodi, warga Desa Olaya, sekitar 2 hektare. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta dari tanaman cokelat dan lombok serta bibit cokelat yang rusak.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini memperlihatkan keterbatasan kesiapsiagaan di tingkat desa. Minimnya sarana pemadam dan belum optimalnya sistem pencegahan membuat aparat dan warga harus mengandalkan cara manual saat api sudah membesar.
Peristiwa ini terjadi di tengah upaya pemerintah daerah memperketat penanganan karhutla. Sebelumnya, Bupati Parimo Erwin Burase bahkan turun langsung meninjau penanganan kebakaran lahan di wilayah lain untuk mencegah api meluas.
Namun, kebakaran di Parigi Selatan menunjukkan langkah pencegahan dinilai belum merata, terutama di wilayah rawan yang jauh dari akses sarana pemadam.
Polsek Parigi menyatakan akan meningkatkan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan serta mendorong koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa, TNI, dan BPBD.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di musim kering,” ujar Noldy.
Kebakaran ini menambah daftar karhutla di Parimo dalam beberapa hari terakhir, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi berbasis desa di wilayah rawan.












