Bentrok di PT GNI, Kapolda : Ini akumulasi, Mulai Dari Kecil Kemudian Jadi Besar

  • Bagikan
Kapolda Sulteng, Irjen Rudy Sufahriadi didampingi Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Toto Nurwanto, Komandan Kodim 1311/ Morowali Letnan Kolonel Infantri Constantinus Rusmanto dan Kapolres Morut AKBP, Imam Wijayanto, lakukan konferensi Pers terkait bentrok di PT GNI. (Foto : IST)

LOCUSNEWS, MORUT – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Rudy Sufahriadi menegaskan, pihaknya sementara melakukan penyelidikan terkait bentrok yang terjadi di PT Gunbuster Nikel Internasional (GNI), Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Rudy berjanji akan bertindak tegas jika menemukan peristiwa tindak pidana atas bentrok antara Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI dan siapa yang meninggal dunia dari TKA,” ujar Rudy, saat konferensi pers, Minggu, 15 Januari 2023.

“Kita juga sedang melakukan penyelidikan kenapa ini bisa terjadi. Jika ditemukan tindak pidana akan dilakukan penyidikan,” sambung Rudy.

Dia mengungkapkan, bentrok yang terjadi di PT GNI hingga menimbulkan korban jiwa adalah akumulasi dari peristiwa-peristiwa kecil sebelumnya.

“Saya akan sampaikan ada beberapa kejadian di PT GNI ini. Ini akumulasi, mulai dari kecil kemudian jadi besar hingga ada korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Menurut Rudy, penyebab meluasnya insiden tersebut sampai menelan korban jiwa karena kekuatan pengamanan sangat minim, terlebih terjadi pada malam hari. Sehingga ia berharap, peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

“Karena kemarin memang kekuatan keamanan pengamanan sangat minim dan terjadi pada malam hari. Sudah kita evaluasi,” ucapnya.

Kapolda mengatakan, ia bersama Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Toto Nurwanto, Komandan Kodim 1311/ Morowali Letnan Kolonel Infantri Constantinus Rusmanto dan Kapolres Morut AKBP, Imam Wijayanto, telah rapat bersama pihak PT GNI. 

Menurutnya, agar kejadian ini terulang kembali pihak perusahaan harus mengakomodir semua kepentingan masyarakat demi keaman dan ketertiban.

“Korban yang luka dan meninggal dunia ada datanya semua. Yang pasti kehadiran kami disini untuk memastikan laporan sekaligus melihat langsung di tempat kejadian perkara,” pungkasnya.

Bagikan Berita :
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *