LOCUSNEWS, PALU – Sekretaris DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) menghadiri kegiatan Libu Mbaso atau Musyawarah Besar Badan Musyawarah Adat (BMA) Sulteng yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026. Kegiatan digelar di Hotel Grand Sya, Palu, Rabu (15/4/2026).
Agenda ini menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga adat sebagai pilar pembangunan berbasis kearifan lokal, sekaligus mempererat persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Wakil Ketua II DPRD Sulteng Syarifuddin Hafid, unsur Forkopimda, kepala OPD, pemangku adat, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengapresiasi komitmen BMA dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat di Sulteng.
Ia menegaskan Libu Mbaso bukan sekadar forum musyawarah, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat nilai budaya dan merumuskan arah pembangunan yang berakar pada kearifan lokal.
“Sulteng membutuhkan kebersamaan kita semua. Mari bersatu untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan dan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Sulteng terus mendorong percepatan pembangunan melalui visi 9 BERANI sebagai arah kebijakan menuju Sulteng Nambaso.
Program ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan adat di tengah arus globalisasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi dalam menjaga nilai budaya sekaligus menciptakan harmoni sosial dan stabilitas daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan lembaga adat semakin kuat dalam mendukung pembangunan Sulteng yang berkelanjutan.













