Potensi Durian Parimo Menggiurkan, Tapi Banyak Kebun Belum Bisa Ekspor

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat berkunjung ke PT Sentra Pangan Sejahtra di Desa Avolua, Kamis 28/5/2026. (Foto : Mawan)

LOCUSNEWS, PARIMO – Peluang ekspor durian dari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) terbilang besar. Sayangnya, masih banyak kebun durian milik petani yang belum memenuhi syarat untuk menembus pasar internasional.

Hal itu disorot Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat berkunjung ke PT Sentra Pangan Sejahtra di Desa Avolua, Kamis (28/5/2026).

Menurut Karding, permintaan durian dunia mencapai sekitar 200 ribu ton per tahun. Sementara produksi Indonesia baru menyentuh angka sekitar 195 ribu ton. Artinya, peluang pasar masih terbuka lebar.

“Pasar masih besar, tapi kita harus siap dari sisi kualitas dan administrasi,” kata Karding.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala utama ekspor durian saat ini adalah belum terdaftarnya banyak kebun milik petani. Padahal, registrasi kebun menjadi syarat wajib untuk ekspor, terutama ke China.

Dari total sekitar 6.434 hektare kebun durian di Sulteng, baru sekitar 2 ribu hektare yang telah terdaftar. Kondisi ini membuat banyak petani belum bisa menikmati peluang ekspor.

“Kalau kebunnya tidak terdaftar dan tidak bisa ditelusuri asalnya, ekspor tidak bisa dilakukan,” tegasnya.

Selain registrasi, petani juga diminta menerapkan standar Good Agriculture Practices (GAP) dan sistem ketertelusuran (traceability) agar produknya diterima pasar global.

Di sisi lain, Karding juga menyoroti pentingnya perawatan tanaman untuk meningkatkan produktivitas. Ia menyebut, satu pohon durian yang dirawat dengan baik bisa menghasilkan hingga 800 kilogram sampai 1 ton buah.

Jika dihitung dengan harga Rp30 ribu per kilogram, nilai ekonominya bisa mencapai Rp240 juta per pohon.

“Bandingkan kalau tidak dirawat, hasilnya jauh lebih kecil,” ujarnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah, DPRD, hingga penyuluh pertanian untuk mempercepat proses registrasi kebun agar petani bisa ikut dalam rantai ekspor.

Menurutnya, pengembangan durian juga menjadi bagian dari strategi ekonomi hijau yang kini didorong pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional.

“Register dulu kebunnya, supaya semua petani punya kesempatan ekspor,” tutupnya.

Penulis: BambangEditor: Bambang