Buka MTQ Tingkat Kecamatan di Parimo, Begini Pesan Gubernur Sulteng

  • Bagikan
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura didampingi Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo) tiba dilokasi MTQ tingkat Kecamatan Kasimbar, di Lapangan Sendana Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo. (Foto : Kominfo Parimo)

LOCUSNEWS, PARIMO – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura didampingi Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo) Richard Arnaldo membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Kasimbar, bertempat di Lapangan Sendana, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo, Sabtu  (1/6/2024).

Kesempatan itu, Gubernur Rusdy Mastura mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas penyambutan yang hangat dan ramah dari pemerintah Kabupaten Parimo beserta warga masyarakat.

“Terima kasih atas keramahan dalam menerima kedatangan kami dan tamu-tamu undangan lainnya,” ucapnya.

Dia mengatakan, Al-Qur’an adalah sumber pengetahuan dan pedoman umat islam untuk menemukan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Oleh karen itu, MTQ sebagai iven keagamaan yang telah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sebisa mungkin kita optimalkan penyelenggaraannya demi membumikan AlQur’an di Provinsi Sulteng, khususnya di Kabupaten Parimo.

Kepada semua pemangku kepentingan dan seluruh elemen masyarakat, gubernur yang karib disapa Cudy ini mengingatkan, agar lebih komitmen dan sinergis dalam meningkatkan kualitas pembinaan serta penyelenggaraan bidang-bidang yang diperlombakan dalam MTQ.

“Supaya dari iven MTQ ini bisa didapatkan bibit-bibit terbaik sebagai duta-duta Qur’an sulawesi tengah yang potensial dan mampu bersaing pada ajang MTQ Nasional dan Internasional,” urainya.

Kesempatan yang sama, Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo mengatakan, agar semua pihak untuk senantiasa memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemasyarakatan Al-Quran dalam kehidupan sehari- hari.

Caranya kata Richard, dengan meningkatkan fungsi dan peranan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) baik tingkat kecamatan maupun kabupaten dalam menyusun program yang baik. 

“Dengan demikian, kita berharap para Qori dan Qoriah bukan sekedar bisa membaca, namun juga dapat memahami serta mampu mengimplementasikan dan mengembangkannya melalui peningkatan kualitas,” pungkasnya.

Bagikan Berita :
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *