LOCUSNEWS, PALU – Bursa calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah (Sulteng) makin panas. Salah satu kandidat, Gufran Ahmad, melontarkan program ambisius: “Satu Rumah Satu Pengusaha”.
Program ini jadi andalan Gufran dalam mendorong lahirnya wirausaha baru di Sulteng.
Ia ingin setiap rumah tangga punya minimal satu pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi. “Ini langkah konkret untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari level paling bawah,” kata Gufran.
Gufran maju dengan membawa visi “Kadin Berani”. Ia ingin mengubah wajah Kadin Sulteng menjadi organisasi yang lebih terbuka, profesional, dan benar-benar menjadi rumah bagi para pengusaha.
Menurutnya, Kadin selama ini harus diperkuat kembali perannya, bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai motor penggerak dunia usaha.
Untuk itu, ia menyiapkan langkah awal berupa pembenahan internal. Mulai dari restrukturisasi organisasi, perbaikan sistem kerja, hingga penguatan koordinasi dengan Kadin pusat dan daerah.
Tak hanya itu, transparansi keuangan juga jadi perhatian serius. “Kami ingin semua pengelolaan keuangan terbuka. Ini penting untuk membangun kepercayaan anggota dan investor,” tegasnya.
Selain program kewirausahaan, Gufran juga mendorong digitalisasi lewat Sistem Informasi Bisnis Kadin Sulteng. Platform ini nantinya memudahkan akses peluang usaha dan informasi pasar.
Ia juga punya target membawa agenda nasional Kadin ke Sulteng, seperti Munas dan Rakernas. Harapannya, kegiatan itu bisa mendongkrak perputaran ekonomi daerah.
Di sisi investasi, Gufran ingin Kadin berperan sebagai penghubung antara investor dan pengusaha lokal. Ia menilai, investasi besar harus memberi dampak langsung bagi pelaku usaha di daerah.
“Jangan sampai pengusaha lokal hanya jadi penonton,” ujarnya.
Gufran pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk menyelaraskan program Kadin dengan visi pembangunan Pemprov Sulteng.
Dengan sejumlah gagasan itu, ia optimistis bisa membawa perubahan jika dipercaya memimpin Kadin Sulteng.












