LOCUSNEWS, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tak sekadar menjadi wadah pengusaha, tetapi tampil sebagai motor penggerak investasi dan diversifikasi ekonomi daerah pada 2026.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Sulteng di Palu, Rabu.
“Kadin ini punya jaringan luas. Kami berharap bisa dimaksimalkan untuk menarik investasi agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin kuat,” ujar Reny.
Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Sulteng masih sangat ditopang sektor industri pengolahan berbasis nikel. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulteng pada triwulan I 2026 tumbuh 8,32 persen.
Namun, kata dia, ketergantungan pada sektor tertentu perlu diimbangi dengan penguatan sektor lain yang potensinya besar tetapi belum tergarap maksimal.
“Sulteng punya banyak potensi, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga jasa. Ini yang perlu didorong Kadin agar lebih optimal,” jelasnya.
Reny memaparkan, selain industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 16,19 persen. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar 14,17 persen.
Tak hanya itu, peluang ekonomi baru juga mulai terlihat dari komoditas durian. Dalam empat bulan terakhir, Sulteng mencatat ekspor durian ke Tiongkok mencapai 1.044 ton dengan nilai sekitar Rp397 miliar.
“Ini peluang baru. Kadin bisa masuk untuk mengembangkan bisnis berbasis komoditas unggulan seperti durian,” katanya.
Di sisi lain, Reny juga mengingatkan agar dinamika dalam Musprov Kadin tetap dijaga kondusif. Ia berharap proses pemilihan kepengurusan berjalan dengan mengedepankan musyawarah.
“Tidak perlu sampai konflik. Siapa pun yang terpilih nanti harus bisa merangkul semua pihak agar Kadin semakin solid,” pungkasnya.












