LOCUSNEWS, PARIMO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima titik di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Tim gabungan siaga darurat berhasil memadamkan seluruh titik api dengan total lahan terdampak sekitar 5,4 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Moh Rivai, mengatakan kebakaran terjadi di Desa Lebo, Kecamatan Parigi; Desa Sejoli, Desa Moutong Barat, Kecamatan Moutong; serta Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano.
“Dari laporan tim di lapangan total lahan terdampak sekitar 5,4 hektare,” kata Rivai, Rabu.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Api kemudian berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Rabu sore. Rinciannya, sekitar 4 hektare kebun kelapa milik warga terdampak di Desa Sejoli.
Kemudian 0,5 hektare kebun kelapa di Desa Moutong Barat, 0,15 hektare lahan kosong di Desa Lebo, dan 0,75 hektare lahan kosong di Desa Bolano Barat.
Rivai memastikan seluruh titik api telah berhasil ditangani dan tidak ditemukan titik api baru setelah proses pemadaman.
“Kami memastikan tidak ada titik api baru setelah semua berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, petugas pemadam kebakaran, TNI/Polri, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat.
Di tengah ancaman karhutla tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah telah mendirikan posko siaga darurat karhutla dan kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi periode rawan kebakaran.
“Kesiapsiagaan langkah yang paling penting dilakukan, termasuk pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Itu tidak boleh,” tegas Rivai.
Pemkab Parimo sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla di delapan kecamatan. Wilayah tersebut yakni Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong.
Rivai mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.
Lima titik karhutla yang muncul dalam sehari ini menjadi perhatian karena terjadi saat sejumlah wilayah Parimo berada dalam status siaga darurat kekeringan dan karhutla.













