DPRD Sulteng Desak Pemulihan Layanan Bank Sulteng Dipercepat

Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Ronal Gula, dalam RDP bersama pihak Bank Sulteng, Selasa (27/10/2026) (Foto: Istimewa)

LOCUSNEWS, PALU – DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta Bank Sulteng mempercepat pemulihan layanan ATM dan aplikasi Bank Sulteng Mobile yang masih dalam perbaikan. Percepatan diperlukan agar transaksi nasabah kembali normal dan kualitas pelayanan perbankan tidak terus terganggu.

Desakan itu disampaikan Komisi II DPRD Sulteng dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Bank Sulteng, Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan perbaikan sistem, pemeliharaan perangkat, serta penguatan keamanan transaksi perbankan.

Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Ronal Gula, menegaskan pemulihan layanan harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi.

“Percepatan pemulihan layanan harus menjadi prioritas agar tidak berdampak terhadap nasabah,” ujar Ronal.

RDP tersebut dihadiri Direktur Kepatuhan Bank Sulteng beserta sejumlah kepala divisi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta perwakilan Biro Perekonomian.

Dalam rapat itu, pihak Bank Sulteng menjelaskan peningkatan perangkat dan perbaikan sistem masih berlangsung dengan pendampingan konsultan yang direkomendasikan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank Sulteng menargetkan layanan ATM kembali normal untuk transaksi antarbank pada awal November 2026. Sementara perbaikan aplikasi Bank Sulteng Mobile dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan berfungsi optimal pada pertengahan November 2026, dengan mempertimbangkan jadwal serta hasil evaluasi.

Selama proses perbaikan, Bank Sulteng membuka layanan kas setiap hari, Senin hingga Minggu, pukul 08.00–18.00 WITA. Layanan ini meliputi penarikan tunai dan transfer antarbank, termasuk pembebasan biaya transfer sesuai ketentuan yang disampaikan dalam rapat.

Komisi II DPRD Sulteng juga meminta bank memastikan ketersediaan uang tunai di seluruh kantor cabang dan ATM. Selain itu, layanan kas keliling dinilai perlu disediakan untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari kantor bank.

DPRD turut menyoroti pentingnya keterbukaan informasi selama gangguan layanan berlangsung. Bank Sulteng diminta menyampaikan perkembangan perbaikan sistem secara berkala, termasuk informasi mengenai layanan yang masih dapat digunakan nasabah.

Di sisi lain, percepatan pemulihan harus tetap memperhatikan keamanan transaksi dan perlindungan data pribadi nasabah.

Komisi II berharap perbaikan sistem dapat diselesaikan sesuai target sehingga pelayanan kembali optimal. Pemulihan tersebut juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sulteng sebagai bank pembangunan daerah.

Penulis: WardyEditor: Bambang