LOCUSNEWS, PALU – Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohammad Arus Abdul Karim mengundang Ketua Kadin Parigi Moutong (Parimo), Faradiba Zaenong, untuk membahas penguatan komoditas durian yang kini telah menembus pasar ekspor China.
Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Sulteng, Selasa (28/4/2026).
Arus menegaskan capaian ekspor durian ke pasar internasional harus dijaga melalui penguatan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Ini bukan lagi rencana, ini sudah berjalan. Kita harus berpikir jangka panjang, menanam hari ini untuk panen masa depan. Kami siap mendukung, termasuk dari sisi penganggaran agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” ujar Arus.
Ia menyebut pengembangan durian perlu didorong secara sistematis dari hulu hingga hilir, mulai dari dukungan kepada petani, penyediaan bibit unggul, hingga infrastruktur penunjang ekspor.
Menurutnya, durian kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Sulteng yang harus dijaga keberlanjutannya.
Dalam pertemuan tersebut, Faradiba Zaenong menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah telah berada pada tahap realisasi ekspor dengan permintaan pasar China yang terus meningkat.
“Kami memastikan pengembangan durian tidak berjalan parsial. Mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, pemeliharaan, hingga standar panen dan pascapanen, semuanya kami dorong agar sesuai kebutuhan pasar ekspor,” ujarnya.
Ia menegaskan Kadin Parimo akan terus mengawal ekosistem durian dari hulu hingga hilir agar kualitas dan kontinuitas produksi tetap terjaga.
Faradiba juga menyebut pengembangan komoditas durian mendapat dukungan dari Gubernur Sulteng Anwar Hafid, terutama dalam menjaga ekosistem usaha serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Arus turut menyatakan komitmennya untuk terlibat langsung dalam pengembangan durian, termasuk dengan mulai berkebun serta mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami durian sebagai investasi jangka panjang.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, Kadin, dan masyarakat, Sulteng dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung durian ekspor yang berdaya saing di pasar global.













