LOCUSNEWS, PALU – Di era digital yang penuh banjir informasi, aparatur sipil negara (ASN) dituntut tak hanya mengurus administrasi.
Lebih dari itu, mereka adalah wajah pemerintah yang langsung dilihat masyarakat setiap hari. Karena itu, kemampuan komunikasi yang baik dan etis menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Kesadaran inilah yang mendorong Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Kehumasan bagi ASN lingkup OPD, Selasa (9/9/2025), di Ruang Nagana Bappeda setempat.
Plt. Kepala Diskominfosantik, Wahyu Agus Pratama, menegaskan pentingnya ASN membekali diri dengan keterampilan komunikasi.
Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial dan maraknya kabar bohong (hoaks) membuat masyarakat kian kritis terhadap peran pemerintah.
“ASN bukan hanya pelaksana birokrasi. Mereka juga wajah pemerintah di mata masyarakat. Kalau komunikasinya buruk, citra pemerintah ikut tercoreng,” kata Wahyu.
Wahyu juga menekankan pentingnya peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang selama ini menjadi garda terdepan keterbukaan informasi publik.
Ia mengingatkan, pelayanan informasi yang lambat atau tidak sesuai standar bisa menurunkan kepercayaan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Diskominfosantik berharap lahir ASN yang bukan sekadar paham administrasi, tetapi juga komunikatif, adaptif, dan mampu menjadi corong informasi publik yang kredibel.
“Kalau ASN mampu menyampaikan informasi dengan baik, transparansi dan akuntabilitas pemerintah akan meningkat, dan kepercayaan masyarakat pun terjaga,” tutup Wahyu.
Bimtek ini menghadirkan narasumber lintas bidang: Direktur Cyber Polda Sulteng Kombes Pol Taufik S. Adhadi, pewarta foto nasional Basri Marzuki, hingga content creator muda Lovely Debora Tolembo.
Kehadiran mereka diharapkan memberi perspektif berbeda tentang bagaimana cara menyampaikan informasi yang benar, menarik, sekaligus bisa dipahami publik.












