Disdikbud Parimo Cek Dapur MBG, Siswa Full Day Tak Perlu Bawa Bekal

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Parimo, Ibrahim. (Foto : LN/Bambang)

LOCUSNEWS, PARIMO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membantu siswa dan orang tua, terutama bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran full day di sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pun turun langsung mengecek kesiapan dapur penyedia makanan MBG untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar kebersihan dan keamanan.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Parimo, Ibrahim, mengatakan MBG memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

“MBG ini sangat membantu siswa dan orang tua yang pembelajaran full day. Orang tua tidak repot-repot lagi mengantarkan bekal,” kata Ibrahim saat ditemui, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan asupan gizi siswa, tetapi juga dapat meringankan kebutuhan orang tua dalam menyiapkan makanan bagi anak selama berada di sekolah.

Namun, Ibrahim menegaskan pelaksanaan MBG tetap harus dibarengi dengan kesiapan penyedia makanan. Karena itu, pihaknya melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas dapur, termasuk proses penyediaan makanan.

“Keberadaan program MBG memiliki keterkaitan dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam mendukung pemenuhan asupan gizi selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan makanan yang disiapkan memenuhi aspek kebersihan, keamanan, kualitas, serta layak dikonsumsi peserta didik.

Disdikbud Parimo menilai pemenuhan kebutuhan siswa tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di ruang kelas. Asupan makanan bergizi juga menjadi bagian penting untuk menunjang aktivitas siswa selama mengikuti kegiatan belajar.

Ibrahim mengatakan pemantauan akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah persoalan dalam pelaksanaan MBG sekaligus memastikan manfaat program dirasakan peserta didik.

“Melalui pengecekan secara langsung, berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” katanya.